Semenjak hilang berhari-hari, Malaysia Airlines MH370 yang dinyatakan hilang mulai menemukan titik terang. Foto-foto menunjukkan bahwa pesawat yang diproduksi Boeing itu jatuh di Samudera Hindia. Foto-foto dari satelit memang menunjukkan pecahan benda-benda sepanjang 1 sampai 23 meter. Tentu menguatkan dugaan tentang pesawat itu, apalagi antara objek satu dengan yang lainya tak jauh tempatnya.
Saya tidak hendak menerka-nerka apakah itu memang pesawat Boeing Malaysia MH370 yang hilang atau tidak. Tetapi saya ingin memberi tahu dan mengingatkan orang-orang untuk tidak larut dalam kesukacitaan ataupun kesedihan --Mohon maaf untuk keluarga korban-- karena tugas baru yang menunggu adalah investigasi mengenai misteri mengapa pesawat sebesar itu dan dengan muatan 200an orang lebih bisa sampai "terlempar" ke tempat yang berlawanan arah dengan tujuan dan jalur terbangnya. Tentu kita semua ingin tahu.
Beberapa spekulasi yang muncul mungkin adalah pilot atau co-pilot ingin melakukan misi bunuh diri. Sesuai dengan temuan bahwa si pilot punya masalah dengan keluarganya. Tapi tidak hanya itu, temuan lain yang tak boleh dipandang sebelah mata adalah kenyataan bahwa ada "penumpang gelap" di dalam pesawat. Dugan mengenai aksi terorisme tentu tak boleh dikesampingkan.
Kalau saya sendiri sebagai orang yang suka berkhayal pernah berpikir, "ini adalah serangan teroris yang ingin melakukan sesuatu ke suatu wilayah negara. Sang pilot yang tak setuju diancam. Kebaikan hati sang pilot akhirnya membuat pesawat dibelokkan ke Samudera Hindia agar jika pun mereka harus mati maka kematian mereka akan membuat organisasi teroris itu bisa terlacak sampai ke akar-akarnya. ACARS dan transponder sudah dimatikan oleh teroris."


Salam Peduli MH370


John McMine

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Top